10 Apr 2014

persoalan

kita saling bergantung hidup,
dan mempersoalkan segala macam takdir,

apakah kita yang terpilih?
atau yang berdosa?

antaranya kita tetap angkuh mempersoalkan tiap sesuatu milik lain,

mana rasa syukur kita?
mana rasa malu kita?

mungkin kita lupa,
letak duduk kita sebagai hambaNya.

........................................................................................................

hiduplah sayang,
kuatlah sayang,
untuk keluargamu, untuk nafas yang diberi,

hiduplah sayang,
hidup.

1 comment:

manusiaekstinsi said...

akhirnya teman yang terpaling mesra adalah kesendirian,dan waktu terpaling mengenali diri adalah sewaktu kita tahu,kita ini cuma hamba.