11 Dec 2013

kenapa?

kenapa bicara kita makin pincang sayang?

kenapa langkah kakimu makin cepat?
sehingga aku terkial mengejar dari belakang,

kenapa ketawa kita berbeza nada,
dan tagisan kita sudah hilang alunannya?

kenapa sayang?

apakah kerna silam yang aku lipat membuat kau malu?
aku kira kau menerima hadapanku,
dan bukan cerita di balik silam yang aku tanan dalam-dalam,

mungkin sampai mati sayang,
aku akan menelan segala celaka akibat tanganku sendiri,



2 comments:

manusiaekstinsi said...

kurun,biarkan saja dia pergi

KuRuN said...

Tgh cuba,